Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah tempat penitipan anak (daycare) di Kota Yogyakarta menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Kasus ini mencuat usai sejumlah orang tua membagikan bukti serta kesaksian terkait dugaan perlakuan tidak semestinya yang dialami anak-anak mereka selama berada di daycare tersebut.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta dari Fraksi PKS, Nurcahyo Nugroho, mengecam keras dugaan tindakan kekerasan tersebut. Ia menilai peristiwa ini sebagai pelanggaran serius terhadap hak dan perlindungan anak.
Nurcahyo meminta aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh agar kasus ini dapat diungkap secara terang dan pelaku yang terlibat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. Ia juga mendorong para orang tua yang merasa anaknya pernah mengalami perlakuan serupa untuk segera melapor dan memberikan kesaksian tambahan.
“ Saya meminta pihak kepolisian mengusut kasus ini hingga tuntas. Jika ada orang tua yang anaknya pernah mengalami kekerasan saat dititipkan, segera laporkan agar fakta-fakta yang ada bisa terungkap secara jelas,” ujarnya.
Selain penegakan hukum, Nurcahyo juga menyoroti pentingnya pengawasan dari pemerintah daerah. Ia meminta Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), termasuk daycare yang telah beroperasi maupun yang baru akan berdiri.
Tak hanya itu, ia juga mendorong DP3AP2KB Kota Yogyakarta agar segera memberikan pendampingan psikologis dan penanganan trauma bagi anak-anak yang menjadi korban, sehingga mereka dapat pulih secara fisik maupun mental.
Menurutnya, kasus ini harus menjadi perhatian serius agar tidak merusak citra Yogyakarta sebagai Kota Pelajar yang aman, nyaman, dan ramah anak. Ia menambahkan bahwa saat ini DPRD Kota Yogyakarta juga tengah membahas Raperda Penyelenggaraan Kota Layak Anak sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat perlindungan terhadap anak.